28 Dec
Admin
03:58:09

PERINGATAN PEKAN PEDULI ANTIMIKROBA SEDUNIA (WAAW 2020) BERSAMA MAHASISWA FARMASI UKH SURAKARTA

 

Antimikroba merupakan sekumpulan obat untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh Bakteri, virus, jamur dan parasit lainya. Obat ini sangat bermanfaat, namun sekarang kondisinya semakin mengkhawatirkan karena banyak kehilangan khasiatnya disebabkan perilaku yang salah dalam menggunakannya. Jika kita kehilangan obat anti mikroba maka ancaman kematian umat manusia akan meningkat. Pekan Peduli Antimikroba Sedunia 2020 yang diperingati pada tanggal 18-24 November 2020 dengan tema ”Ünited to preserve antimicrobial” yang merefleksikan pesan bahwa antibiotik adalah berharga dan obat yang tidak terbaharukan sehingga hanya digunakan saat diperlukan.

 

Dalam rangka memperingati hari World Antimicrobial Awareness Week 2020 (WAAW 2020) Prodi Farmasi Universitas Kusuma Husada Surakarta berperan aktif dalam  kegiatan tersebut. Kegiatan pekan peduli antimikroba sedunia ini dilaksanakan di Pasar Gede Surakarta pada tanggal 17 November 2020 dihadiri oleh apt. Sukir Satrija Djati., MPH selaku pemrakasa gerakan Jagakersa antibiotik dari Yogyakarta, apt. Joko Santoso, M. Sc (Dosen Farmasi Universitas Kusuma Husada), Firmansyah Dwi Hartanto (Gubenur HIMAFARSI), Aktivis mahasiswa Himpunan Mahasiswa Farmasi Universitas Kusuma Husada dan masyarakat di pasar Gede Solo. Tujuan Kegiatan ini melakukan edukasi antimikroba, bahaya antimikroba dan penggunaan antimikroba dengan benar.



Edukasi ini merupakan rangkaian program World Antimicrobial Awareness Week 2020. Berbeda dengan cara yang dilakukan biasanya, kali ini metode yang digunakan dinilai cukup unik, yaitu mengedukasi warga sekitar pentingnya penggunaan dengan benar obat antibiotik. Pendekatan dan ajakan dengan kampanye menggunakan spanduk, barner dan edukasi secara langsung ini lebih diminati oleh masyarakat Pasar Gede Surakarta karena langsung dilakukan dengan mereka. Sebuah gerakan edukasi untuk penggunaan antibiotik yg benar di masyarakat ini mengungkapkan bahwa kegiatan World Antimicrobial Awareness Week 2020 dilaksanakan guna menjalin kedekatan lebih erat kepada masyarakat. Kendati demikian World Antimicrobial Awareness Week 2020 ini berjalan dengan lancar disertai antusias dari warga Pasar Gede Surakarta.


Resistensi antibiotik merupakan masalah serius yang harus dihadapi diseluruh dunia. Banyak orang yang terinfeksi Superbugs (Bakteri kebal dengan jenis antibiotik) sangat sulit disembuhkan dan terapinya membutuhkan biaya yang sangat mahal sehingga dapat menyebabkan cacat permanen bahkan hingga kematian. Harapan yang didapat dari kampanye World Antimicrobial Awareness Week 2020 yang dilaksanakan di pasar Gede Solo ini adalah agar Masyarakat bersatu melestarikan Antimikroba dengan bersatu mencegah resistensi antimikroba dengan menggunakan antimikroba dengan bijak, antimikroba bukan untuk obat semua penyakit dan bijak antimikroba buat anak cucu kita nantinya.